Cara Merawat Kusen Berdasarkan Bahannya

Kusen memerlukan perawatan seperti halnya dengan jendela, pintu ataupun furnitur lainnya. Dan material kusen berbeda-beda sehingga perawatan yang dilakukan pun juga berbeda.

Kusen merupakan unsur penting bagi hunian rumah. Fungsi kusen adalah untuk menyambungkan jendela atau pintu agar dapat bekerja sebagaimana mestinya. Maka dari itu, material kusen harus kokoh dan tahan lama. Apabila material yang digunakan adalah jenis yang mudah rusak maka fungsi jendela atau pintu tidak akan ada gunanya.

Selama ini, kusen yang banyak dijumpai pada hunian rumah pribadi adalah kusen yang terbuat dari kayu. Tentu saja, kayu memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga untuk pemakaian kusen pun masuk kategori jenis kayu khusus.

Pasalnya, saat ini banyak bangunan yang tidak hanya menggunakan kayu sebagai material kusen. Adapun material lain yang digunakan untuk bangunan seperti gedung kantor, kampur atau toko adalah jenis material alumunium dan UPVC.

Untuk perawatannya pun juga berbeda antara kayu, alumunium dan upvc. Apabila perlakuan material ini sama maka akan menyebabkan kerusakan lain. Lalu seperti apakah perawatan pada kusen yang benar?

Perawatan Kusen Berdasarkan Bahannya

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kusen yang selama ini banyak digunakan adalah kayu, alumunium dan upvc. Ketiga material ini sudah jelas berbeda sehingga dibutuhkan perawatan yang tepat. Berikut perawatan yang tepat untuk kusen berdasarkan bahannya.

  1. Perawatan Kusen Kayu

Kayu merupakan serat alam sehingga tidak disarankan untuk merawat kusen kayu menggunkan air. Sebabnya, jika air meresap ke dalam pori-pori kayu, kusen kayu akan menjadi lebih lembab. Apabila kayu menjadi lembab maka akan mudah terserang jamur atau serangga seperti rayap.

Untuk tips perawatan kusen kayu, Anda dapat mengikuti penjelasan berikut.

  • Sebaiknya bersihkan setiap saat dari debu menggunakan kemoceng atau lap kering.
  • Lakukan perawatan setiap sebulan sekali. Anda bisa menggunakan poles kayu untuk mempertahankan tampilan cat pada kusen tetap tajam.
  • Sebaiknya tampungan air tidak diletakkan di dalam ruangan karena memicu ruangan menjadi lembab. Hal ini dimungkinkan dapat mempengaruhi kusen kayu.
  1. Perawatan Kusen Alumunium

Alumunium merupakan material yang kokoh dan tidak mudah keropos. Jenis material ini juga tahan rayap sehingga banyak dipakai untuk material kusen pada gedung-gedung besar. Selain itu, harga alumunium juga lebih terjangkau dibandingkan dengan kayu. Sayangnya, untuk material alumunium ini tidak bisa menuruti kebutuhan konsumen.

Nah, untuk perawatan kusen alumunium, Anda bisa mengikuti langkah berikut ini.

  • Lap kusen aluminium Anda secara rutin dari debu menggunakan kemoceng
  • Gunakan air pembersih khusus untuk alumunim apabila terdapat bagian yang cukup sulit untuk dibersihkan
  • Bersihkan bagian sela-sela antara alumunium dan kaca sehingga jendela/pintu dapat berfungsi dengan baik.
  1. Perawatan Kusen uPVC

UPVC merupakan material turunan plastik yang kokoh dan tahan cuaca. Material ini sangat direkomendasikan untuk gedung karena cenderung ringan dan mudah untuk dipasang. Untuk perawatannya pun sederhana, berikut perawatan khusus yang bisa diberikan pada kusen UPVC:

  • Bersihkan dengan lap setiap hari agar debu tidak menebal
  • Gunakan air hangat untuk membersihkan noda atau air bekas hujan
  • Apabila menggunakan air hangat tidak dapat mengatasi masalah debu tersebut maka gunakan air pembersih khusus yang sudah dicampur dengan air hangat
  • Bersihkan bagian silikon pada UPVC sehingga kusen dapat berfungsi dengan baik

Dari sekian material yang sering digunakan, banyak hunian rumah di Indonesia yang menggunakan kusen kayu karena kusen dengan material ini mudah didapatkan, terutama kayu jati. Meskipun kayu jati saat ini cukup mahal, namun untuk memenuhi produksi pasar, banyak pohon jati yang dipanen dengan kurun waktu 15 tahun untuk kebutuhan kusen kayu.

Treatment Kusen Kayu Agar Tahan Lama dan Tidak Mudah Berjamur

Kusen yang terbuat dari kayu rawan terserang jamur karena kayu lembab akibat adanya perubahan cuaca. Jika tidak diberikan perlindungan akan menyebabkan kayu mudah lapuk karena serangan jamur tersebut.

Untuk menjaga kualitas kayu tetap prima, maka dibutuhkan anti jamur dan serta cat khusus yang bisa melindungi kayu. Proses mengecat kayu (yang masih dalam bentuk kayu atau sudah jadi furnitur) umumnya hanya dapat melindungi bagian luarnya saja. Sedangkan untuk melindungi bagian dalam secara optimal, perlu perawatan dari dalam yakni dengan diaplikasikan anti jamur.

Anda dapat menggunakan BioCide Wood Fungicide untuk perawatan kusen kayu secara optimal. Tentu saja, perawatan ini tidak dilakukan ketika kusen sudah digunakan tetapi dilakukan ketika kusen belum dipasang di tembok.

Caranya cukup sederhana dan mudah. Anda cukup mencampurkan BioCide Wood Fungicide dengan air saja. Kemudian rendam kusen tersebut ke dalam larutan BiCide Wood Fungicide yang telah dienderkan dengan air. Tunggu selama 30 menit. Semakin lama waktu merendam, akan semakin baik karena obat dapat meresap lebih dalam ke serat kayu. Kemudian angkat dan masukkan ke oven hingga kayu kering mencapai MC <15%.

Namun, untuk menjaga kualitas kayu agar dapat bertahan lebih lama maka Anda dapat mengoleskan BioCide Wood Fungicide ke permukaan kayu untuk menghindari adanya serangan rayap. Aplikasikan cat untuk mempertajam kembali tampilan kusen Anda.

Di mana dapat membeli produk BioCide Wood Fungicide?

Anda dapat langsung menghubungi kontak yang sudah tercantum pada website ini atau melalui email di [email protected]

Atau dapat juga memesan melalui marketplace kami melalui link berikut ini.