Mengawetkan Kayu Sengon Bisa Meningkatkan Permintaan Pasar: Trust Me!

Log kayu sengon

Mengawetkan kayu sengon adalah salah satu cara agar permintaan pasar tetap stabil. Tumbuhan yang dikenal sebagai kayu albasia ini memang bahan baku utama triplek dan kayu lapis.

sengon

Seperti jenis kayu lainnya, kayu sengon juga termasuk bahan baku yang multifungsi untuk digunakan menjadi berbagai benda. Namun dibalik segala keunggulannya, kayu ini juga tak lepas dari kekurangan. Yang kerap menjadi kekurangan adalah kayu ini rawan terkena serangan jamur maupun serangga.

Lalu seperti apa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan pada kayu sengon? Caranya yaitu dengan melakukan perawatan menggunakan pengawet kayu yang berkualitas. Apakah merk pengawet kayu yang berkualitas untuk digunakan?

Jangan khawatir, Anda bisa menemukan rekomendasi produk yang sebaiknya digunakan pada artikel ini.

Kayu Sengon dan Manfaatnya di Industri Kayu

Log kayu sengon

Pernahkan Anda mendengar tentang kayu sengon? Dalam dunia pengolahan kayu, tumbuhan ini mungkin lebih dikenal sebagai kayu albasia. Sehingga, nama sengon masih terdengar asing bagi beberapa kalangan.

Apapun sebutan yang Anda berikan, sumber daya alam ini menjadi bahan baku utama dalam pembuatan triplek dan kayu lapis. Bahkan, permintaan untuk ketersediaan kayu ini juga sangat tinggi di pasaran. Selain untuk diolah menjadi triplek dan kayu lapis, sengon juga masih memiliki manfaat lainnya.

Kayu ini sering dimanfaatkan untuk membuat peti, perahu, dan lain sebagainya. Selain itu, kayu sengon juga berguna untuk diolah menjadi beberapa bentuk furniture yang menarik dan tentunya bermanfaat. Namun, daya tahan dan keawetan kayu sengon berada pada kategori kelas III-IV).

Dalam sebuah penelitian di Filipina menyatakan bahwa daya tahannya hanya sampai pada bulan ke 16. Akan tetapi, ketahanan itu bisa diperpanjang dengan mengawetkan kayu sengon sebelum diolah.

Mempelajari Karakter Kayu Sengon

Sangat penting untuk mengetahui karakter kayu sengon sebelum Anda melakukan proses treatment. Langkah ini berguna untuk mendeteksi hama yang umum menyerang dan member kerusakan. Dengan demikian, proses mengawetkan kayu sengon tidak akan sia-sia.

Pohon sengon. Sumber: Tribunnews

Pohon sengon mampu menghasilkan kayu dengan bobot yang agak ringan hingga beberapa juga masuk dalam kategori ringan. Kayu ini memiliki densitas sebesar 640 kg/m3 yang dilengkapi dengan kadar air 15%. Tekstur kayunya agak padat dan cenderung kasar tetapi kayu ini juga memiliki serat yang halus.

Jika diperhatikan, permukaan kayu sengon tampak licin dan sedikit mengkilap. Masa tanam tanaman ini juga tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu 3 sampai 5 tahun untuk bisa ditebang dan dimanfaatkan kayunya. Tanaman sengon juga cenderung lebih mudah dibudidayakan dibandingkan jenis kayu lainnya.

Kayu sengon tergolong dalam kelas III-IV berdasarkan daya ketahanan kayu yang dimilikinya. Secara umum, kayu sengon mempunyai kemiripan yang serupa dengan kayu randu. Warna kayu ini pada bagian terasnya cenderung kuning hingga kecoklatan, bahkan bisa mengarah pada warna merah gading.

Yang menjadi keunggulannya lagi, kayu sengon juga termasuk salah satu jenis kayu yang mudah diolah. Pohon sengon bisa tumbuh di daerah beriklim tropis seperti Indonesia, India, Myanmar, dan negara tropis lainnya.

Kayu sengon juga dikenal sebagai bahan baku utama untuk pembauatan kayu lapis dan triplek. Terbukti, kayu sengon sangat multifungsional tidak hanya untuk kedua kebutuhan tersebut.

Tumbuhan ini juga dimanfaatkan untuk membuat papan peti, peti kemas, perahu, bahan bangunan dan lain sebagainya. Sengon memiliki zat ekstraktif yang membuat rayap tanah tidak mau mendekat.

Perawatan Tetap Dibutuhkan untuk Mengawetkan Kayu Sengon

kayu sengon albasia yang multifungsi

Meskipun dilengkapi dengan berbagai karakter yang unggul, bukan berarti sumber daya alam ini tidak punya kelemahan. Termasuk bisa tahan terhadap serangan berbagai jenis serangga maupun jamur yang kerap merusak kayu.

Kadar air yang cukup tinggi membuat tumbuhan ini mudah diserang berbagai jenis jamur. Sehingga diperlukan perawatan yang maksimal untuk mencegah kerusakan pada material kayu sengon sebelum diolah menjadi berbagai mebel.

Yang harus dipastikan terlebih dahulu tentu saja pastikan kayu sengon yang Anda gunakan sudah dalam kondisi kering saat akan diolah. Sehingga serangga maupun jamur tidak berpotensi lebih besar untuk muncul dan merusak kayu.

Karena tidak bisa dipungkiri, yang menjadi daya tarik utama munculnya jamur maupun serangga adalah kondisi kayu yang lembab. Diperlukan pengeringan dan perawatan yang optimal baik pada kayu saat masih berbentuk log hingga sudah diolah menjadi mebel.

Perawatan pada kayu sengon tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan penggunaan bahan pengawet yang tepat. Pastikan Anda mengetahui keamanan dan kualitas dari produk pengawet kayu yang akan Anda aplikasikan pada kayu sengon.

Menjawab kebutuhan akan produk pengawet kayu yang aman, Anda bisa memutuskan untuk menggunakan Biocide Series. Serangkaian produk pengawetan kayu Biocide bisa digunakan untuk memastikan kayu sengon bisa lebih awet digunakan. Tentunya dengan jaminan produk yang aman dan tidak merusak karakteristik kayu sengon.

Paket Lengkap dan Hemat BioCide Series untuk Mengawetkan Kayu Sengon

Hama-hama yang gemar menyerang kayu sengon dapat dicegah dengan paket BioCide Series. Untuk mengatasi berbagai jenis serangga, gunakan BioCide Insecticide berbahan aktif Cypermethrine 100 EC.

Kemudian, BioCide Wood Fungicide cocok untuk mencegah timbulnya jamur perusak struktur kayu (blue stain, white stain, black stain, dan jenis jamur lainnya). Untuk Mengatasi jenis jamur penyerang estetika kayu, gunakan BioCide Surface Film Preservative.

Ketiga produk BioCide tersebut dikemas dalam botol hemat 100 gram. Aplikasi untuk BioCide Insecticide dan BioCide Wood Fungicide dapat diberikan pada waktu yang bersamaan. Biasanya, obat-obat ini diberikan mulai dari kayu log sampai finishing. Sementara itu, BioCide Surface Film Preservative (SFP) hanya diberikan pada saat proses finishing yang menggunakan produk-produk water based.

dscf0345

Selain hemat dan mudah digunakan, paket perawatan kayu dengan BioCide Series tersebut efektif digunakan untuk berbagai media. Obat ini dapat digunakan pada berbagai jenis kayu, rotan, bambu, serat alam, dan lain sebagainya.

Kayu sengon biasanya mengalami proses penyimpanan setelah proses sawn timber. Untuk mencegah adanya jamur, gudang kayu sebaiknya diberi silica gel putih atau natural. Fungsinya ialah untuk mengontrol kelembaban ruangan agar tetap stabil.

Bagaimana jika kayu sengon Kita sudah terserang jamur blue stain? Lihat dahulu tingkat kerusakakannya. Jamur blue stain sebenarnya masih bisa diatasi dengan menyeragamkan warna kayu. Langkah mengawetkan kayu sengon bisa menggunakan wood bleaching dari White Agent (WA-250).

Kemudian, pilih produk Biovarnish pada saat finishing kayu. Produk cat dan coating ini sudah berpelarut air (water based) sehingga aman digunakan. Tampilan yang dihasilkan dari cat tersebut ialah warna kayu transparan. Jadi sangat cocok untuk triplek dan kayu lapis.

Di Manakah Anda Bisa Mendapat Produk Biocide untuk Mengawetkan Kayu Sengon?

Biocide Wood Chemical Treatment

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau pemesanan mengenai produk ini, silahkan hubungi HotLine kami di sini : HotLine Bio. Atau melaui e-mail di [email protected]

Anda dapat membeli seluruh varian produk dari Bioindustries secara online melalui beberapa kanal marketplace kami berikut ini:

Anda juga bisa membeli seluruh produk dari Bioindustries secara langsung di beberapa service point kami berikut ini:

Bio Center Yogyakarta

Jl. Sidikan 94, Surosutan, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55162
Phone / fax: 0274 388301
Hp / WhatsApp: Klik Di Sini
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Jepara

Jl. Raya Kudus Km. 9, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah 59417
Phone: 0291 598992
e-mail: [email protected]

Bio Service Point Cirebon

Jl. Escot No.42 RT.014/RW.04, Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat 45154

Phone: 0231 320759
e-mail: [email protected]