Bahan Pengawet yang Ampuh Basmi Jamur dan Serangga

Kayu adalah salah satu material alam yang paling sering digunakan pada industri mebeling. Untuk mempertahankan kualitas serta kekuatan kayu maka dibutuhkan bahan pengawet.

Berbicara mengenai kayu tidak terlepas dari pengolahan, pengawetan dan finishing. Pengolahan kayu umumnya berlangsung pada saat penebangan, pemotongan hingga pembentukan pola kayu sesuai kebutuhan.

Pemotongan sendiri masuk ke dalam bagian dari pengolahan, sedangkan proses pengawetan berlangsung pasca pemotongan dan dilakukan pada saat kayu sudah dibentuk menjadi pola tertentu.

pagar tampil baru dengan Orchid

Namun, untuk mendapatkan kayu yang berkualitas baik dan tahan lama, sebaiknya dilakukan pengawetan setelah kayu ditebang. Hal ini bertujuan agar  organisme pengerat kayu tidak langsung menyerang kayu.

Kasus yang sering terjadi pasca penebangan adalah kayu mengeluarkan mineral atau minyak yang menyebabkan jamur mudah tumbuh. Jamur yang sering menyerang pasca kayu ditebang dikenal dengan blue stain.

Jamur blue stain menyerang bagian serat kayu sehingga meninggalkan bekas berupa warna abu-abu, biru kehitaman atau warna hitam gelap. Kayu yang telah terserang jamur akan menjadi lebih rendah harga jualnya. Maka dari itu, untuk mengatasi masalah ini umumnya langsung dilakukan treatment pada kayu tersebut.

 

Ada beberapa cara treatment yang dapat dilakukan untuk mencegah kayu terserang jamur atau rayap.

Teknik Oles Pelapis

Untuk teknik ini biasanya cukup memakan tenaga dan harus dilakukan secara berkala, sebab lapisan minyak yang digunakan untuk treatment tersebut akan lebih cepat memudar. Karena prosesnya yang membutuhkan waktu rutin maka Anda harus sangat hati-hati dalam perawatan kayu serta selalu memantau kondisi kayu.

Teknik ini terlihat kurang efektif dilakukan karena dianggap kayu tetap masih rentah terserang jamur atau rayap.

Baca Juga:  Tips Melindungi Decking Kayu Agar Tidak Berlumut dan Berjamur

Teknik Celup/Rendam

Proses treatment ini umumnya banyak dilakukan oleh usaha pengrajin ataupun pengusaha kayu level menengah. Selain lebih mudah dilakukan, teknik celup juga lebih murah. Untuk mendapatkan hasil yang optimal maka dibutuhkan waktu perendaman yang cukup lama bahkan bsia sampai berhari-hari.

Jika Anda menginginkan hasil yang lebih cepat maka Anda tidak dapat menggunakan teknik ini karena memakan waktu yang cukup lama. Namun, teknik ini fdianggap cukup efektif untuk mengawetkan kayu dan harganya yang terjangkau.

Teknik Vakum

Teknik ini dikategorikan sebagai teknik modern yang jauh lebih praktis. Walau tergolong cukup praktis namun Anda harus melakukannya secara teliti karena akan mempengaruhi hasilnya kelak. Untuk menggunakan teknik vakum maka Anda harus memilih untu menggunakan salah satu teknik dari teknik vakum tekanan penuh atau teknik vakum tekanan kosong.

Bahan Pengawet Yang Mujarab Atasi Jamur dan Serangga

Semakin berkembangnya teknologi maka semakin banyak pula kemudahan yang dapat dirasakan. Salah satunya ada teknik pengawetan yang semakin beragam. Hal ini akan memudahkan Anda yang ingin hemat waktu untuk bekerja lebih efisien.

Tentu saja, kecanggihan teknologi saat ini tidak hanya berpengaruh pada teknik aplikasi bahan pengawet kayu saja tapi juga pada bahan pengawetnya. Umumnya, bahan pengawet untuk kayu ataupun serat alam menggunakan bahan kimia tertentu.

Namun, Anda tidak perlu khawatit karena kini telah hadir bahan pengawet yang lebih aman dan ramah lingkungan. Bahan pengawet tersebut tidak menggunakam bahan pestisida yang berbahaya sehingga tidak berdampak buruk pada lingkungan.

Obat untuk kayu yang aman dan ramah lingkungan tersebut adalah BioCide. Bahan pengawet ini terdiri dari tiga macam produk yakni

  1. BioCide Insecticide
Baca Juga:  Supplier Pemutih Kayu WA-250 di Indonesia Hasil Natural Indah

Merupakan bahan pengaweft kayu yang digunakan untuk memberantas kecoak, nyamuk, rayap dll. BioCide Insecticide terbuat dari bahan aktif Cypermethrine 100 Ec. Obat anti serangga ini sangat cocok digunakan untuk masalah pada furnitur, konstruksi bangunan, pemeliharaan bangunan ataupun pertanian.

BioCide dapat digunakan dengan beberapa bentuk treatment yang sudah disebutkan di atas, seperti rendam, vakum, oles, injeksi dll.

  1. BioCide Surface Film Preservative

Merupakan bahan pengawet kayu yang terbuat dari bahan aktif Diuron dan Carbendazim Calcium Bis. Bahan pengawet ini efektif untuk mengatasi masalah jamur permukaan, baketri ataupun lumut yang seringkali muncul pada ruangan yang lembab.

BioCide Surface Film Preservative sangat cocok digunakan untuk pengawetan serat alam seperti kayu, rotan, bambu ataupun kayu olahan (MDF, multiplek, plywood, dll). Obat ini biasanya juga dapat digunakan ketika jamur mulai bermunculan. Cukup aplikasikan BioCide Surface Film Preservative dengan cara oles, injeksi atau cara lainnya yang lebih simpel.

  1. BioCide Wood Fungicide

Merupakan bahan pengawet kayu yang terbuat dari bahan aktif Methylene Bis Tiosianate (MBT) dan 2-thiocyanomethyl thiobenzothiazole TCMBT). Anti jamur ini mengandung bahan aktif yang efektif mengatasi masalah jamur perusak serat seperti blue stain, white stain ataupun black stain.

Tidak hanya dapat digunakan pada kayu seperti kayu glonggongan, kayu papan dll saja, anti jamur ini juga bekerja efektif pada kayu olahan (mdf, plywood, multiplek dll), rotan ataupun bambu.

Ketiga bahan pengawet di atas memiliki peran dan fungsi yang baik untuk menjaga kualitas kayu agar dapat bertahan lama. Dengan mengaplikasikan obat pengawet kayu sesuai dengan masalah yang dialami oleh kayu maka kualitas kayu akan terjaga dengan baik.

BioCide tidak hanya digunakan oleh para woodworking profesional saja tapi juga mereka yang masih pemula sangat disarankan untuk menggunakannya. Proses aplikasinya yang cepat akan memudahkan Anda mendapatkan hasil yang sesuai. Pengerjaan kayu pun lebih efisien waktu.

Baca Juga:  Yuk, Lebih Dekat dengan Obat Kumbang Bubuk BioCide Insecticide

Untuk mengaplikasikan obat pengawet BioCide, Anda perlu memperhatikan cara penggunaan sesuai yang tertera pada kemasan agar kayu dapat awet maksimal dan tidak mudah terserang jamur ataupun serangga.

Saat diaplikasikan ataupun setelah diaplikasikan, sebaiknya Anda memastikan pH pada kemasan tetap stabil. pH yang ideal untuk kemasan obat pengawet tersebut adalah pH normal di angka 7.

Karena Biocide ini sifatnya bahan kimia aktif maka disarankan untuk tetap memperhatikan protokol kerja dengan menggunakan atribut kerja seperti sepatu, sarung tangan, masker dll. Pasca pengaplikasikan, usahkan untuk meletakkan obat pengawet tersebut di tenpat yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak.

Cara Order BioCide

Jika banyak yang ingin Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang produk BioCide ini Anda dapatmenghubungi kontak hotline yang tercantum pada website ini. Atau Anda juga dapat menghubungi via e-mail yakni [email protected].

Anda juga dapat berbelanja produk BioCide melalui marketplace kesayangan Anda dengan klik link marketplace berikut ini.

Tokopedia: https://www.tokopedia.com/bioindustries

Bukalapak: https://www.bukalapak.com/u/store_bioindustries

Shopee: https://shopee.co.id/biovarnish.official

Produk-produk BioCide bisa juga Anda dapatkan di agen Bio Industries. Atau Anda dapat mengunjungi kantor Bio di Yogyakarta, Jepara dan Cirebon.

Bio Centre Office di Jl. Sidikan No. 94, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta

Bio Service Point Jepara di Jl. Raya Kudus Km. 9, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah

Bio Service Point Cirebon di Jl. Escot No. 42 Rt/Rw 14/04, Desa Tegalwangi, Weru, Cirebon, Jawa Barat

sambut ramadhan bersama biovarnish