Ketahui Penyebab Dan Efek Kelembapan Tinggi Di Hunian Anda

0
66
penyerap lembab
rumah yang memiliki kelembapan udara tinggi

Jika anda melihat muncul jamur pada dinding, mebel kayu yang berjamur atau bahkan koleksi pakaian atau fashion kulit yang anda miliki muncul bercak bercak seperti jamur, sebaiknya anda segera periksa kondisi kelembapan hunian anda.

Kondisi rumah ataupun ruangan yang lembab menyebabkan banyak masalah. Hal ini dapat ditandai dengan rasa yang tidak nyaman di ruangan atau rumah tersebut.  Sangat enting untuk menjaga kelembapan yang tepat di ruangan ataupun hunian anda. Hal ini untuk menjaga kondisi yang nyaman dan sehat.

Tahukah anda bahwa kondisi kelembapan tinggi di salah satu ruangan ataupun sudut hunian akan mendukung timbul banyak masalah. Mulai dari masalah kesehatan seperti alergi dan asma, kerusakan perabot atau furniture yang ada di rumah hingga membuat kerusakan pada properti material yang ada di hunian anda.

Ketahui dengan pasti apa saja yang menyebabkan kelembapan udara tersebut sebut menjadi tinggi dan tidak terkendali. Ketahui pula efek dari kelembapan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya dengan praktis dan tepat.

Penyebab Muncul Kelembapan Tinggi Ruangan Di Rumah

Kelembapan yang terlalu tinggi pada hunian atau bagian di hunian anda tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi kelembapan udara tersebut menjadi tinggi bahkan tidak terkendali.

Dilansir dari halaman website solenco.co, Berikut ini ada 10 hal yang menyebabkan kelembapan udara yang tinggi di hunian di rumah anda:

  1. Mandi
aktivitas mandi meningkatkan kelembapan udara di rumah

Aktifitas mandi mampu melepaaskan kelembapan ke udara. Sehingga wajar jika mandi menjadi tempat sumber lembab di rumah. Kelembapan yang dilepaskan bergabung dengan udara menjadi uap air dan membuat kontak dengan permukaan yang lebih dingin. Hal ini dapat diihat dengan munculnya tetesan air pada jendela atau cermin. Proses ini juga dikenal dengan nama kondensasi. Apalagi jika mandi menggunakan air panas. Semakin banyak uap air yang di tampung maka akan semakin banyak yang di simpan pada permukaan yang dingin.

Oleh karena itu, hal ini menjadi masalah pada kamar mandi anda. Apalagi jika anda sering mandi menggunakan air panas. Hal ni akan mengacaukan kondisi cermin, jendela juga memunculkan jamur pada kamar mandi. Dalam beberapa keadaan juga merusak wallpaper dan permukaan dinding lainya di sekitar kamar mandi.

  1. Memasak Atau Memanaskan Air
memasak air/memasak turut meningkatkan kelembapan udara

Memasak atau memanaskan air pada kompor akan meningkantkan kelembapan udara pada hunian. Apalagi saat air menguap keudara.inilah sebablanya mengapa kadang dapur menjadi ruangan yang sangat panas. Memasak atau memanaskan air akan menyebabkan kondisensai jika dapur tidak memiliki ventilasi yang bagus. Hal ini juga bisa merusak lemari dpaur anda jika tidak diperhatikan dengan baik.

  1. Mengeringkan Cucian Di Dalam Rumah

Saat anda mengeringkan cucian, anda harus membuang paling tidak 2 liter air ke udara. Air ini adalah limbah dari pakaian anda yang di cuci. Hal ini merupakan ukuran air yang minimal di keluarkan dalam setiap kali mencuci.

mencuci baju melepaskan tambahan udara ke rumah

Mengeringkan cucian di dalam rumah dengan atau tanpa mesin pengering merupakan kegiatan menambahkan air ke udara yang ada di rumah anda. Air tersebut akan menguap di dalam rumah. Jika di luar ruangan tentu akan menguap di udara di luar ruangan. Sedangkan kalau di dalam rumah hal ini justru akan emningkatkan kelembapan udara sehingga mampu memunculkan kondisi lembab bahkan memunculkan jamur pada permukaan dinding.

  1. Menggunakan Pemanas Dari Gas Propana

Pemanas ruangan dari gas di rumah biasanya menggunakan cerobong untuk mengeluarkan polutan udara tersebut dan uap air keluar rumah. Pemana ruangan dari gas yang asapnya tidak di lepaskan akan mengotori ruangan.

Gas yang terbakar akan menghasilkan uap air. Jika sirkulasi udara atau udara sgear di ruangan tersebut tidak beredar yang terjadi adalah kelembapan yang tinggi dan kondisi ruangan yang basah. Hal ini akan mendorong munculnya tungau, debu dan jamur tumbuh. Hal ini jika di biarkan akan memicu permasalahan kesehatan seperti asma.

  1. Kondisi Sirkulasi Udara Yang Buruk

Sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan di pengaruhi oleh tingkat ventilasi di gedung tersebut. Hal ini yang akan mempengaruhi seberapa banyak udara segar mampu keluar masuk ke gedung tersebut. Ventilasi yang ideal di dalam rumah mampu menghilangkan udara dan mengurangi polusi udara yang ada di dalam ruangan tersebut. Hal ini akan membantu mengurangi kelembapan udara di ruangan dapat berkontribusi terhadap munculnya jamur.

  1. Kelembapan Udara Sekitar Yang Naik

Kelembapan udara yang tinggi pada ruangan indoor terkait dengan bangunan. Hal ini dapat disebabkan karena dinding yang berpori, kelembapan yang naik, kebocoran pada gedung menjadi penentu faktor kelembapan strukturan akibat kondisi kelembapan yang naik. Konstruksi bangunan dapat menyebabkan kelembapan yang tidak di inginkan dalam ruangan.

Bahan bahan yang basah seperti kayu yang di simpan di luar rumah tidak terlindung konstruksi bangunan, dapat ikut menyebabkan peningkatan kelembapan pada ruangan hingga ke seluruh hunia di dalam gedung dalam jangka waktu yang lama. Kelembapan pada konstruksi ini dapat menyebabkan kerusakan sekunder seperti pertumbuhan jamur, masalah kesehatan hingga muncul noda dan air dari permukaan bangunan.

  1. Renovasi Bangunan

Renovasi bangunan dapat menjadi malapetaka jika banhan bangunan seperti cat dan plester yang di gunakan tidak cukup waktu untuk kering. Sangat penting untuk mengeringkan bahan bangunan tersebut dengan baik. Pasalnya jika tidak hal ini justru mengakibatkan kelembapan yang merusak bangunan.

  1. Udara Lingkungan Sekitar

Kondisi udara sekitar yang lebih hangat menyebabkan kelembapan yang meningkat. Apalagi jika kondisi suhu di hunian lebih rendah dibandingkan dengan udara sekitar. Daerah yang banyak air di permukaanya seperti daerah pesisir dan danau, memiliki kelembapan yang tinggi akibat penguapan. Di daerah tropis yang hangat kelembapan udaranya juga sangat tinggi.

  1. Kondisi Geografis Daerah Hunian

Kondisi geografis daerah sekitar yang panas dan lembab akan mempengaruhi kondisi hunian. Cuaca yang lembab juga akan memperparah kondisi hunian. Kelembapan udara yang berasal dari tanah bekerja bersama uap air kemudian berkondensasi pada permukaan dinding, ruangan dan lainya. hal ini akan menciptakan bau, dan atmosfer yang tidak menyenangkan. Jika hal ini di biarkan masalah jamur dan lumut akan menyebar.

  1. Kondisi Curah Hujan Wilayah Hunian

Musim hujan yang basah dan terus menerus menjadi faktor penyebab naiknya kelembapan udara. Tingkat kelembapan udara yang tinggi di luar rumah menyebabkan kelembapan udara yang tinggi di dalam rumah. Pada giliranya kondisi seperti ini menguntungkan pertumbuhan jamur.

Efek Buruk Kelembapan Yang Tinggi Di Hunian

Kelembapan yang tinggi pada hunian menyebabkan efek yang buruk pada hunian. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan yang cukup memprihatinkan. Mulai dari kerusakan bangunan rumah, masalah kesehatan hingga kerusakan pada interior furniture yang ada di rumah.

Secara garis besar kerusakan yang ditimbulkan oleh kelembapan yang tinggi ini ada dua jenis yaitu :

  1. Higroskopis

Kerusakan jenis ini terjadi ketika bahan yang menyerap air ke titik dimana bahan tersbeut sudah tidak dapat menyerap air tersebut. Sebagain besar bahan bahan yang ada di dalam ruangan di rancang sedemikian rupa dengan kelembapan normal pada kisaran RH 50 % dan dibawahnya. Hasil kerusakan ini mulai dari bau, warna yang berubah, deformasi bentuk, pembengkakan material hingga kondisi yang terteuk. Efek yang sesungguhnya pada waktu tertentu akan terjadi secara temporer ataupun permanen tergantung pada seberapa besar kerusakan.

  1. Fungal

Kerusakan yang di akibatkan oleh jamur. Hal ini disebabkan bau bakteri dan area lembab potensial merangsang pertumbuhan jamur.

Secara garis besar, efek buruk kelembapan udara yang tinggi berbahaya pada kesehatan. Hal ini diebabkan karena lingkungan yang lembab menjadi tempat berkembang biak semua jenis organisme mikroskopik. Jamur dan spora akan tumbuh subur pada kondisi tersebut. Kedua jenis organisme ini sangat beracun, apalagi ketika masuk ke dalam tubuh.

Tungau dan debu juga menjadikan kelembapan sebagai area kekuasaan mereka. Hal ini akan menyebabkan musuh besar bagi penderita asma dan alergi yang ada di rumah. Tak perlu di ragukan kali hunian yang memiliki kelembapan tinggi serta berdebu menjadi sarang bakteri aktif. Orang orang yang tinggl di rumah yang terkena serangan jamur dan lumut, akan lebih sering sakit dan kesehatan mereka memburuk. Penderita asma juga akan sering mengalami serangan.

penyerap lembab

Selain masalah kesehatan, kelembapan yang tinggi memiliki efek negatif lainya pada perabot dan hunian anda. Ruang menjadi berjamur, dinding berlumut bahkan funriture kayu juga terkena serangan. Jamur jamur tersebut berkembang melalui pori pori di rumah dan merusak struktur bangunan.

Kelembapan yang tinggi juga dapat menyebabkan furnitur kayu bengkok atau bahkan tertekuk. Proses ini memang tidak akan langsung, namun jika di biarkan begitu saja lama kelamaan akan merusak furniture kayu. Warna cat yang berubah dan noda yang nampak menjadi tanda peringatan bahwa kelembapan di hunian tersebut sudah tidak terkendali.

Rekomendasi Penyerap Lembab Yang Praktis Dan Efektif

Jangan biarkan kelembapan yang tinggi merusak kondisi bangunan ataupun kesehatan anda. Salah satu solusi yang paling mudah untuk mengatasi kelembapan yang tinggi di hunian adalah dengan menggunakan penyerap lembab.

Penyerap lembab untuk hunian yang terjangkau anda bisa menggunakan penyerap kelembapan untuk container dessicant. Hal ini juga bisa di gunakan pada ruangan ataupun furniture atau pojok ruangan yang memiliki kelembapan yang tinggi.

Penyerap kelembapan container walaupun khususnya di dedikasikan untuk kondisi kontainer yang tertutup juga dapat di gunakan di hunian. Pasalnya daya serap kontainer dessicant yang tinggi sangat efektif menurunkan kelembapan yang ada di hunian.

Kontainer dessicant menjadi alternatif ter ekonomis dibandingkan membeli alat dehumidifier yang mahal. Cara menggunakanya juga sangat mudah. Cukup di gantung atau di letakkan pada area atau furniture yang memiliki kelembapan yang tinggi.

Penyerap kelembapan dari conatiner dessicant mampu menyerap kelembapan hingga 200 % dari berat dessicant itu sendiri. Penyerap lembab dengan container dessicant juga mampu mencegah resiko kerusakan akibat jamur dan bakteri pada hunian. Tak hanya itu, conatiner dessicant pole juga mampu menghambat proses logam berkarat, mencegah kerusakan furniture aibta oksidasi ataupun dekomposisi.

Kami merekomendasikan penyerap lembab dari kontainer dessicant pole be dry dari bioindustries. Jenis kontainer dessicant ini memberikan daya serap yang efektif dan efisien dibandingkan produk sejenis. Tidak berbau sehingga tidak menimbulkan polutan di rumah anda. Uap air yang di simpan juga tidak berupa cairan tetap berupa gel dari container dessicant tersebut. Aman tidak mengandung bahan kimia berbahaya karena sesuai regulasi internasional.

Nah kini anda tidak perlu khawatir lagi untuk mengatasi maslaah kelembapan yang tinggi pada hunian anda. Kotainer dessicent dari be dry yang kami rekomendasikan akan mengatasi masalah kelembapan pada hunian anda. segera dapatkan kontainer dessicant penyerap lembab hunian dengan mengubungi customer service kami di nomor 081225784920.

 

 

 

 

 

alterntif text
SHARE

Leave a Reply