Keunikan dan Pengawetan Bambu Untuk Kebutuhan Industri

0
128

Banyak fungsi bambu yang belum dimafaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal jika diawetkan menggunakan pengawet bambu yang berkualitas, bambu dapat memiliki keawetan dan kekuatan yang tinggi.

Tanaman bambu hidup merumpun, kadang-kadang ditemui berbaris membentuk suatu garis pembatas dari suatu wilayah desa yang identik dengan batas desa di Jawa. Penduduk desa sering menanam bambu di sekitar rumahnya untuk berbagai keperluan Bermacam-macam jenis bambu bercampur ditanam di pekarangan rumah. Pada umumnya yang sering digunakan oleh masyarakat di Indonesia adalah bambu tali, bambu hitam.

pengawetan-kerajinan bambo

Kolom bambu terdiri atas sekitar 50% parenkin, 40% serat dan 10% sel. Parenkin dan sel penghubung lebih banyak ditemukan pada bagian dalam dari kolom, sedangkan serat lebih banyak ditemukan pada bagian luar. Sedangkan susunan serat pada ruas penghubung antar buku memiliki kecenderungan bertambah besar dari bawah ke atas sementara parenkinnya berkurang.

Sifat fisis dan mekanis merupakan infomasi penting guna memberi petunjuk tentang cara pengerjaan maupun sifat barang yang dihasilkan. Beberapa hal yang mempengaruhi sifat fisis dan mekanis bambu adalah umur, posisi ketinggian, diameter, tebal daging bambu, posisi beban (pada buku atau ruas), posisi radial dari liras sampai ke bagian dalam dan kadar air bambu.

Data base International Network for Bamboo and Rattan menyebutkan bahwa Sumber daya bambu selain memiliki nilai (berwujud) yang secara nyata dapat menghasilkan devisa bagi negara, bambu juga memiliki nilai-nilai (tidak berwujud) yang belum dihitung secara ekonomi. Sebagai contoh manfaat bambu dalam menyerap karbon dan manfaat ekologis serta lingkungan lainnya. Sifatnya yang tersebut menyebabkan banyak manfaat sumber daya bambu belum dinilai secara memuaskan dalam perhitungan ekonomi. Dalam hal meningkatkan perekonomian, ekspor bambu membutuhkan pengawetan terlebih dahulu agar saat pengiriman bambu tidak dalam keadaan diserang jamur substrat yang suka menempel pada bambu saat masa pengeringan, pengawet bambu dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini.

Bahan Pengawet Anti Jamur Yang Sangat Direkomendasikan

BioCide Wood Fungicide adalah produk Biocide yang sangat direkomendasikan, kombinasi fungisida dan bakterisida berbahan aktif 2-(thiocyanomethylthio) benzothiazole dan methylene-bis-thiocyanate (TCMBT/MBT). Produk ini efektif bekerja pada subsrat kayu dan serat alam basah untuk mencegah pertumbuhan jamur blue stain dan organisme sejenis lainnya.  Produk ini sangat direkomendasikan pada bambu, dapat diaplikasikan saat bambu dalam bentek batangan, melalui metode spray maupun perendaman.

Keunggulan BioCide Wood Fungicide ialah mampu bekerja efektif pada substrat kayu basah untuk mencegah tumbuhnya jamur blue stain. Selain itu, merupakan kombinasi antibakteri dan antijamur. Formula sesuai kebutuhan industri woodworking, aplikasi fleksibel, ditambah lagi relatif lebih aman dan ramah lingkungan. Cocok untuk kebutuhan Anda apabila memiliki bangunan rumah bambu, gazebo, ataupun  stok kayu bambu di rumah industri. Tersedia dalam kemasan ekonomis 130 gr.

Bahan Dirancang Agar Aplikasi Mudah

BioCide Wood FungiCide dapat dilarutkan dengan air atau solvent (thinner, metanol, aseton, dll) atau minyak (minyak tanah, solar, terpentin, dll) sesuai kebutuhan dan karakter bahan. Jika Anda ingin segera segera menghilangkan jamur perusak bambu dengan pengawet bambu ini, dapat dipesan melalui wa & sms di 082 167 600 693.

alterntif text

Leave a Reply