Pentingnya Pengawetan Kayu Pinus untuk Tampilan Cantik tanpa Jamur

0
441

Furniture dari kayu pinus sangat diminati oleh industri dan masyarakat Indonesia. Bahan baku yang mudah diolah membuat furniture mudah diproduksi dengan nilai jual lebih murah. Sehingga, masyarakat dapat membeli produk ini dengan harga terjangkau namun penampilannya tidak kalah dari jenis kayu lainnya. Namun, ada hal lain yang perlu diketahui tentang kayu ini. Pinus mudah terserang berbagai hama seperti jamur dan serangga. Sehingga, baik masyarakat dan industri harus mengetahui pentingnya pengawetan kayu pinus.

Kayu pinus memang memiliki serat kayu yang halus. Adanya mata kayu membuat bahan baku ini terlihat lebih cantik. Bahan baku dengan warna khas coklat kemerahan, kuning, serta krem. Kelebihan ini semakin membuat masyarakat jatuh cinta terhadap sumber daya alam ini. Apalagi, jenis kayu ini juga tumbuh subur diberbagai daerah di Indonesia. Akan tetapi, pinus dapat terserang berbagai hama misalnya jamur. Tingkat kelembaban yang tinggi dengan kandungan getah gum mebuat kayu ini subur untuk berbagai jenis jamur.

Mengidentifikasi Jenis Jamur pada Kayu Pinus sebelum Proses Pengawetan

jamur-kayu-putih

Industri pengolahan kayu dalam pengawetan kayu pinus mengenal dua jenis jamur yang dapat menyerang pinus. Bahkan, hama ini juga menyerang jenis kayu lainnya seperti jati, mahoni, dll. Jenis jamur perusak kayu yang pertama ialah jamur substrat dengan sistem merusak struktur kayu. Jamur substrat tidak hanya merusak tetapi juga menghilangkan nilai estetika pada tampilan kayu.

Dewasa ini, jamur substrat digolongkan menjadi dua berdasarkan warnanya. Jamur blue stain merupakan jenis jamur yang memiliki warna biru. Kemudian, tipe yang kedua disebut sebagai jamur white stair karena memiliki warna putih. Selanjutnya, jenis jamur perusak lainnya ialah jamur preservative. Karakter dari hama ini tidak merusak struktur kayu namun hanya membuat estetika kayu hilang.

Pengawetan Kayu Pinus Menggunakan Bahan yang Aman

Proses pengawetan untuk mencegah timbulnya jamur berbeda dengan sistem pencegahan serangan serangga. Pengawetan kayu dari jamur memiliki tahap yang lebih sederhana atau simpel. Industri pengolahan kayu dapat melakukannya pada saat proses finishing. Obat anti jamur dapat dicampur dengan top coat kemudian dikuas atau disemprotkan pada seluruh permukaan kayu.

Memilih produk untuk teknik pengawetan harus benar-benar hati-hati. Salah memilih produk bisa menimbulkan dampak buruk yang fatal baik bagi pengguna maupun kayu itu sendiri. Treatment kayu pinus dari jamur substrat dan permukaan tidak bisa menggunakan produk yang sama. Jenis jamur substrat dapat menggunakan Biocide anti jamur. Sementara itu, jamur permukaan dapat menggunakan Biocide anti jamur permukaan dan anti lumut.

Demikian ulasan tentang pengawetan kayu pinus dari serangan jamur. Biocide anti jamur dan Biocide anti jamur permukaan dan lumut merupakan produk yang relative aman. Produk-produk tersebut mudah diaplikasikan, dapat dilarutkan menggunakan air dan top coat. Memilih produk tersebut merupakan langkah cerdas untuk keamanan manusia, lingkungan, serta kayu itu sendiri.

alterntif text

Leave a Reply