Mengawetkan Kayu Dengan Oli: Lebih Kuat Mana antara Positif dan Negatifnya?

0
6788

Mengawetkan kayu dengan oli merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memperpanjang masa pakai kayu. Namun, cara ini sudah tidak direkomendasikan lagi mengingat besarnya dampak baik dan buruk yang diberikan.

Teknik mengawetkan kayu dengan oli telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Jenis pengawetan ini memiliki biaya yang lebih murah karena menggunakan oli bekas. Selain itu ada beberapa manfaat lain yang membuat industri pengolahan kayu memilih cara ini. Kayu tidak akan dimakan oleh berbagai serangga dan rayap dalam jangka waktu yang lama.

Kayu yang diawetkan menggunakan oli memiliki ketahanan cuaca yang bagus. Bahan baku untuk furniture ini akan menghemat penggunaan cat minyak. Pada umumnya, kayu tidak menyerap cat terlalu banyak. Selain manfaat diatas, kelebihan dari tipe pengawetan ini ialah mudah dilakukan. Oli bekas cukup dicampur dengan solar dengan perbandingan 1:1. Kemudian, bahan ini dapat diaplikasikan menggunakan kuas.

Waktu terbaik pengolesan bahan pengawet adalah sesaat kayu ditebang. Sehingga, kayu masih dalam keadaan basah. Pengolesan kayu dilakukan secara dua tahan dan dikeringkan dengan angin. Untuk kayu yang akan diserut, proses pengawetan dilakukan setelah penyerutan. Sementara itu, kayu untuk kusen yang ditreatment dengan oli bekas dilakukan setelah kayu diserut dan setelah kusen jadi sebelum dipasang.

Fakta Mengejutkan dibalik Proses Mengawetkan Kayu dengan Oli

mengawetkan kayu dengan oli

Itulah beberapa kelebihan dari jenis pengawetan kayu dari oli bekas. Ternyata, ada fakta mengejutkan dibalik keuntungan yang diberikan. Fakta ini lebih buruk dan lebih banyak dibandingkan dari manfaatnya. Berikut sisi lain dari system treatment kayu dengan oli:

  1. Cara kerja lambat dan tidak spesifik. Oli tidak bisa mengawetkan kayu dalam proses yang cepat. Bahan ini masih kalah dengan produk yang lain.
  2. Oli membuat kayu sulit untuk dicat dengan cat water based (cat air). Bahan ini juga membuat proses finishing menjadi sangat sulit.
  3. Oli membuat kayu menjadi lengket dan bau. Viskositas oli yang tinggi menbuat kayu sulit untuk menyerapkan. Sehingga, turunan minyak bumi ini membuat permukaan kayu lengket dan berbau menyengat.
  4. Membahayakan kesehatan dan lingkungan. Oli mengandung VOC content dalam jumlah yang tinggi. VOC content (volatile organic compound) merupakan senyawa kimia yang mudah terurai di udara meskipun dalam ruangan tertutup. Senyawa ini mengandung racun yang dapat memicu pemanasan global dan menimbulkan berbagai penyakit (manusia dan hewan). Mengggunakan oli sebagai bahan pengawet kayu dapat membunuh organisme lain selain hama kayu.

Adakah Bahan Lain yang Lebih Ramah Lingkungan?

Oli digunakan untuk mengawetkan kayu dari berbagai jamur dan serangga. Bahan bekas ini dapat diganti dengan Biocide anti jamur dan Biocide anti serangga. Produk-produk tersebut relative lebih aman, tidak berbau menyengat, dan mudah digunakan. Selain itu, produk ini dapat dicampur menggunakan air dan top coat. Sehingga, proses pengawetan kayu dapat dilakukan saat finishing.

Dengan demikian, mengawetkan kayu dengan oli sangat tidak aman. Bahkan, langkah ini dapat membunuh organisme lain yang tidak merusak kayu. Jika dikaji ulang, proses pengaweta dengan oli lebih banyak mudhorotnya dibanding manfaatnya. Oleh karena itu, lebih baik cara ini diganti dengan menggunakan bahan yang lebih bersahabat dengan alam.

alterntif text

Leave a Reply