Inilah Pentingnya Pengawetan Kayu Pinus

0
117

Apa pentingnya pengawetan kayu pinus? Meski memiliki banyak keunggulan, jenis kayu ini sangat rentan sebagai penyebab perusahaan kayu bangkrut.  

    Banyak faktor di balik pentingnya pengawetan kayu pinus.
Banyak faktor di balik pentingnya pengawetan kayu pinus.

Kayu pinus adalah salah satu jenis kayu yang banyak digunakan sebagai bahan produk buatan manusia. Produk seperti mebel banyak terbuat dari kayu spesies ini. Berbagai keuntungan bisa diperoleh kala mengandalkan pinus untuk dipasarkan. Produk-produk dari pinus banyak dicari karena harganya relatif murah. Pinus juga unggul karena memiliki warna netral. Finishing transparan dengan jenis kayu ini akan cocok dikombinasikan dengan produk lain.

Sayangnya pinus memiliki kekurangan tergolong fatal. Jenis kayu ini sangat rentan mengalami degradasi kualitas akibat serangan berbagai organisme. Pinus yang memiiki nama ilimiah Pinus sp., termasuk dalam golongan kayu bergetah. Dengan demikian kelembaban susbtrat pinus termasuk tinggi. Pada jaringan batang terdapat kantong-kantong getah yang sangat disukai berbagai organisme.

Untuk menanggulangi karakter “merugikan” pinus ini, treatment pengawetan kayu sangat krusial diterapkan. Dengan treatment pengawetan kayu, diharapkan material pinus bisa lebih tahan terhadap berbagai organisme perusak terlepas dari sifat bergetahnya.

Berikut ini dua organisme yang menjadi alasan pentingnya pengawetan kayu pinus.

  • Jamur Blue Stain

Jamur blue stain hanyalah salah satu alasan pentingnya pengawetan kayu pinus.
Jamur blue stain hanyalah salah satu alasan pentingnya pengawetan kayu pinus.

Jamur sangat menyukai tempat lembab untuk hidup. Tak mengherankan bila pinus yang bergetah sangat disukai organisme ini. Pinus menyediakan banyak hal yang diperlukan jamur untuk hidup, dari sumber makanan hingga air. Salah satu spesies jamur yang sangat terkenal sebagai perusak pinus adalah jamur blue stain. Infeksi jamur ini berlangsung sangat cepat,  kurang dari satu hari. Padahal jamur ini sangat sulit dihilangkan. Jamur blue stain memang tak akan merusak kekokohan pinus. Organisme ini berukuran mikroskopis dan hidup di antara jaringan kayu. Serangan hama ini akan membuat warna kayu tampak kebiruan sehingga estetika kayu turun drastis. Sampai hari ini, belum ditemukan cara menghilangkan jamur blue stain. Cara paling mudah untuk mengatasi serangan organisme ini adalah mengaplikasikan pemutih kayu Wood Bleaching (WA-250). Meski harus mengeluarkan ongkos lebih, namun cara ini adalah yang terbaik untuk menghindari kerugian.

  • Serangga Hama

Selain jamur, banyak tipe serangga menyukai kayu  ini, contohnya rayap dan kumbang pengebor kayu. Berbeda dengan jamur blue stain, kerusakan akibat serangga hama tergolong sangat merusak. Bukan hanya estetika kayu yang menurun, juga strukturnya. Material tersebut bahkan tak bisa digunakan lagi bila infeksi hama sudah sangat parah.

Antisipasi kedua jenis hama di atas dengan treatment pengawetan kayu jelas akan membuat usia kayu meningkat berkali lipat dari usia pakai normal. FAO menemukan bahwa kayu yang sudah ditreatment bisa bertahan hingga maksimal 8 kali usia pakainya. Namun peningkatan masa pakai ini tentu tak bisa didapatkan dengan sembarang treatment. Metode pengawetan harus tepat, begitu pula bahan pengawet yang digunakan.

Bahan Pengawet yang Disarankan

Ada banyak produk bahan pengawet yang beredar di pasaran. Kami menyarankan Anda menggunakan insektisida Permethrine 125 EC dan fungisida Microcide 100 EC untuk aplikasi treatment yang efektif. Kedua produk ramah lingkungan tersebut memiliki bahan aktif yang sangat efektif membasmi target organisme yang luas. Permethrine 125 EC dan Microcide 100 EC juga dapat dilarutkan dengan air maupun solvent. Penggunaannya pun termasuk aman karena tak mudah meresap pada kulit manusia. (*)

alterntif text

Leave a Reply